Translate Page

Pengertian Statif dan Klem : Jenis, Fungsi, Cara Penggunaan

Statif dan Klem -  Statif dan klem adalah bagian dari alat laboratorium kimia yang tidak dapat dipisahkan, karena banyak pengujian yang membutuhkan kedua alat tersebut.

Untuk mendukung kinerja, statif yang dapat diartikan sebagai stand untuk meletakan klem. Hal ini berdasarkan prinsif kerja statif, yaitu untuk menegakan peralatan-peralatan laboratorium lainnya, seperti corong pisah, klem, buret, dan peralatan yang berbentuk gelas ukur lainnya.

Pengertian Statif

statif dan klem

Statif merupakan salah satu peralatan laboratorium yang digunakan untuk mendukung berbagai proses kimia. Seperti penyangga klem saat melakukan percobaan di laboratorium. Pada umumnya statif terbuat dari bahan logam, stainless steel, atau besi. Statif juga berbentuk silinder kecil dengan tinggi sekitar 50 cm.

Fungsi dari statif adalah sebagai penyangga klem ketika melakukan pengujian di laboratorium.

Pengertian Klem

Klem merupakan perangkat pengencang yang digunakan untuk menahan atau mengencangkan benda dengan kuat sehingga mencegah gerakan atau kelonggaran karena tekanan ke dalam. Di Inggris, istilah "Kram" sering digunakan sebagai gantinya ketika alat tersebut digunakan sementara untuk memposisikan komponen selama konstruksi dan pengerjaan kayu.

Fungsi Klem

  1. Dimanfaatkan untuk menjepit soxhlet dalam penentuan kadar lemak.
  2. #Difungsikan sebagai kondensor, khususnya pada proses pemanasan dengan pendingin balik.
  3. Dipergunakan untuk menjepit buret dalam proses titrasi asam basa.
  4. Dipergunakan untuk menjepit destilator.

Jenis-jenis Klem

1. Klem Jepit

klem jepit

Klem jepit merupakan klem yang paling sering kita jumpai di laboratorium. Fungsi dari klem jepit adalah menjepit alat laboratorium. Umumnya klem jepit digunakan ketika destilasi dengan cara menyangga alat destilasi seperti labu bulat kondensor. Selain itu, klem jepit dapat digunakan untuk melakukan refluks di laboratorium.

2. Klem Ring

klem ring

Klem ring memiliki bentuk lingkaran dengan penjepit dibagian pangkalnya. Klem ring berfungsi untuk mengencangkan pemasangan pada batang statif.

Klem ring juga berfungsi untuk menyangga corong pisah ketika proses ekstraksi. Ekstraksi sendiri adalah proses pemisahan yang di dasarkan pada perbedaan tingkat kepolaran dan massa jenis dari campuran larutan.

Corong pisah diletakan dalam ring untuk membiarkan campuran larutan terpisah dengan sempurna. Untuk memudahkan proses ekstraksi maka posisi corong pisah secara tegak pada ring yang terpisah pada statif.

3. Klem Holder

klem holder

Klem holder paling sering kita jumpai di laboratorium karena fungsinya universal. Fungsi klem holder adalah untuk menjepit alat laboratorium khususnya buret ketika proses titrasi. Terdapat 2 jenis klem holder yang ada di laboratorium, yaitu klem holder satu sisi dan klem holder dua sisi.

Cara menggunakan Statif dan Klem

Berikut adalah tahapan dalam penggunaan statif dan klem.

  • Statif dan klem diletakan pada tempat yang rata, seperti di meja atau lantai.
  • Pasang klem pada statis, kemudian sesuaikan tinggi klem pada statis. Untuk penyesuaian klem, Anda tinggal menaik turunkan klem sesuai kebutuhan. Caranya dengan memutar mur yang berada di dekat statif.
  • Jika klem sudah terpasang, pasangkan alat yang akan dijepit. Caranya dengan mengecilkan ukuran mulut klem, selanjutnya letakan peralatan laboratorium yang akan dijepit pada tengah mulut klem dan jepit.
  • Jika peralatan yang dijepit kurang kokoh atau mudah jatuh, maka bisa dijepit dengan tissue agar lebih kuat.

Baca Juga: Pre Test dan Post Test | Tujuan, Pengertian & Contoh

Itulah pengertian, fungsi, jenis, & cara kerja dari statif dan klem. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

ALWI
Only ordinary people want better.
Posting Komentar