6 Contoh Teks Hikayat Melayu Singkat dan Terbaik

Contoh Teks Hikayat Melayu - Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa contoh teks hikayat melayu singkat. Sebelum itu, saya akan menjelaskan sedikit mengenai teks hikayat.

Menurut Wikipedia, hikayat adalah salah satu jenis karangan dalam bentuk prosa yang mirip dengan puisi karena memiliki variasi ritme yang cukup mencolok.

Teks hikayat adalah sebuah bentuk karangan sastra dalam prosa yang umumnya ditulis dalam bahasa Melayu. Isinya berupa cerita, kisah, dan dongeng.

Secara umum, hikayat menceritakan tentang kepahlawanan atau kehebatan seseorang yang juga mencakup kesaktian dan keunikan tokoh utamanya. Asal usul kata "hikayat" berasal dari bahasa Arab, yaitu kata "Haka" yang berarti menceritakan atau bercerita.

Fungsi Teks Hikayat

1. Sebagai penghibur

2. Untuk membangkitkan semangat bagi para pembacanya

3. Untuk meramaikan sebuah acara atau pesta

Ciri-Ciri Teks Hikayat

1. Bersifat statis atau tidak terjadi perubahan pada kisahnya walaupun diceritakan secara turun temurun

2. Menggunakan bahasa klise, yang dilebih-lebihkan

3. Bersifat tradisional dan didaktis

4. Anonim yang berarti pengarang kisah tersebut tidak diketahui

5. Menggunakan bahasa yang diulang-ulang

6. Pralogis yang berarti hikayat yang bisa diterima akal, karena mengandung kemustahilan.

Contoh Teks Hikayat Melayu Singkat

1. Contoh Teks Hikayat Melayu - Hang Tuah

Teks Hikayat Melayu - Hang Tuah

Hang Tuah dikenal sebagai seorang ksatria yang sangat berbakat. Pada usia 10 tahun, Hang Tuah dan empat sahabatnya melakukan perjalanan laut menuju Laut Cina. Di tengah perjalanan, mereka diserang oleh bajak laut, tetapi mereka berhasil melawannya.

Keberanian dan kehebatan para ksatria tersebut membuat mereka diakui sebagai Tuan Bendara karena keberhasilan mereka dalam melawan bajak laut. Kabar tentang mereka sampai ke telinga Raja, yang kemudian mengundang mereka ke istana. Raja mengangkat mereka sebagai anak angkatnya.

Beberapa tahun kemudian, Raja berhasil menemukan pusat kerajaan yang baru. Raja berkeinginan untuk menikahi Raden Galuh Mas Ayu, putri tunggal dari Seri Betara Majapahit. Namun, sehari sebelum pernikahan, terjadi kekacauan yang disebabkan oleh Taming Sari.

Namun, Hang Tuah berhasil mencegahnya dengan menukar keris Taming. Keberhasilan ini membuat Hang Tuah diangkat menjadi seorang laksamana dan diberikan hadiah berupa keris Taming.

Selama bertahun-tahun, Hang Tuah menjadi orang kepercayaan Raja dan sangat dicintai oleh Raja, yang membuat orang lain merasa iri. Suatu hari, Hang Tuah difitnah telah melakukan perilaku yang tidak sopan terhadap dayang istana. Sebagai hukuman, Hang Tuah diusir dari istana dan menjadi anak angkat Tun Bija Sura di Indrapura. Setelah beberapa waktu, Hang Tuah dipanggil kembali oleh Raja.

Fitnah kedua muncul dan membuat Raja sangat marah, sehingga Raja memerintahkan Hang Tuah untuk dibunuh. Berkat bantuan Tuan Bendahara, Hang Tuah melarikan diri ke Hulu Melaka. Posisi Hang Tuah digantikan oleh Hang Cuan, seorang pria yang suka minum berat.

Raja tidak bisa menerima perilaku Hang Cuan yang buruk dan meminta Hang Tuah untuk mengalahkannya. Pertarungan antara dua sahabat tak terhindarkan, akhirnya Hang Cuan meninggal dalam pelukan Hang Tuah. Setelah itu, Hang Tuah menjadi laksamana.

2. Contoh Teks Hikayat Melayu - Shinta & Raja Kalanggan

Contoh Teks Hikayat Melayu Shinta & Raja Kalanggan

Pada suatu hari, ada seorang raja kejam bernama Kalanggan. Setiap harinya, ia menikahi seorang wanita hanya untuk menghabisinya keesokan harinya. Tindakan ini sebagai pembalasan atas pengkhianatan istri pertamanya dan untuk membalas dendam kepada wanita-wanita lain.

Kekejaman raja tersebut menimbulkan ketakutan di antara para gadis muda di kerajaan. Mereka enggan menikahi raja karena takut akan nasib tragis yang menanti mereka keesokan harinya. Namun, di antara mereka, ada seorang gadis bernama Shinta yang memiliki hati yang mulia dan ingin menyelamatkan sesamanya. Gadis ini meminta izin kepada ayahnya untuk menikahi raja.

Pada awalnya, sang ayah enggan menyetujui permintaan itu karena tidak ingin kehilangan putrinya yang sangat dicintai. Namun, Shinta berhasil meyakinkan ayahnya bahwa ia telah menemukan cara untuk menghindari nasib yang sama seperti istri-istri sebelumnya. Dengan penuh keberanian, sang ayah akhirnya menyetujui pernikahan putrinya pada hari itu.

Di malam sebelum tidur, Shinta memanfaatkan waktu untuk menceritakan cerita kepada raja agar ia tidak dibunuh. Meskipun Shinta takut akan reaksi raja, ia mulai bercerita dengan sebuah dongeng.

Ternyata, raja sangat terpesona dengan cerita yang diceritakan oleh Shinta. Ia begitu terpukau sehingga tak menyadari pagi telah tiba, padahal cerita belum selesai. Shinta mengatakan bahwa cerita tersebut akan dilanjutkan pada malam berikutnya, dan raja yang terkenal kejam itu setuju.

Pada malam berikutnya, Raja Kalanggan dengan penuh antusias mendengarkan kelanjutan cerita yang belum selesai. Raja terlihat sangat senang dan selalu memperhatikan apa yang dikatakan oleh Shinta. Keesokan harinya, Shinta masih hidup karena raja lupa akan hukuman mati yang semestinya ia terima.

Kejadian yang sama terulang pada malam-malam berikutnya, dan tanpa disadari, sudah ada 30 wanita yang bercerita kepada raja. Raja lupa akan hukuman mati yang semestinya diberikan kepada Shinta. Akhirnya, keberanian Shinta membuahkan hasil karena ia berhasil menyelamatkan wanita-wanita lain di kerajaannya. Selain itu, Shinta juga berhasil mengubah raja menjadi sosok yang baik dan kembali mencintai rakyatnya.

3. Contoh Teks Hikayat Melayu - Malim Deman

Pada suatu masa, hiduplah seorang anak yatim yang bernama Malim Deman. Ia tinggal bersama ibunya dan bekerja menggarap sawah-sawah milik mereka. Di sekitar sawah, terdapat seorang janda tua bernama Mandeh Rubiah yang sering memberi makan kepada Malim Deman saat ia sedang bekerja di sawah.

Suatu malam, ketika Malim Deman sedang menunggu di sawah, ia merasa haus dan pergi ke rumah Mandeh Rubiah untuk meminta makan. Tiba-tiba, ia mendengar suara-suara di dekat kolam dekat rumah itu. Rupanya, ada tujuh bidadari yang sedang mandi di kolam tersebut.

Malim Deman melihat tujuh selendang yang tampak seperti selendang yang digunakan oleh bidadari untuk kembali ke surga. Ia menyembunyikan salah satu selendang tersebut sehingga ketika matahari terbit dan bidadari hendak kembali ke surga, salah satu bidadari, yaitu Putri Bungsu, tidak dapat kembali. Hal ini membuatnya menjadi sedih.

Malim Deman pura-pura mendekati dan menghibur Putri Bungsu, kemudian membawanya ke rumah Mandeh Rubiah. Mandeh Rubiah dengan gembira menerima Putri Bungsu sebagai putrinya. Seiring berjalannya waktu, Malim Deman dan Putri Bungsu saling jatuh cinta dan akhirnya menikah.

Setelah menikah, mereka diberkahi dengan seorang anak laki-laki bernama Sutan Duano. Namun, seiring berjalannya waktu, kepribadian Malim Deman berubah menjadi buruk. Ia sering menghabiskan waktu di arena perjudian, terutama dalam sabung ayam. Kegemarannya akan perjudian membuatnya sering tidak pulang selama berhari-hari.

Putri Bungsu sangat sedih melihat perilaku suaminya dan meratapi nasibnya sendiri, menginginkan kembali ke surga. Tiba-tiba, Putri Bungsu menemukan selendang yang disembunyikan oleh Malim Deman di rumah ibunya. Dengan menggunakan selendang tersebut, Putri Bungsu membawa putra mereka, Sutan Duano, kembali ke surga. Setelah mengetahui hal itu, Malim Deman merasa menyesal dan sedih karena perbuatan buruknya telah merugikan keluarganya.

4. Contoh Teks Hikayat Melayu - Bayan Budiman

Contoh Teks Hikayat Melayu Bayan Budiman

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang saudagar kaya bernama Khojan Mubarok di negara Ajam. Meskipun harta kekayaannya melimpah, dia belum diberikan anugerah seorang anak. Setelah berdoa dengan tulus kepada Tuhan, akhirnya istrinya melahirkan seorang putra yang diberi nama Khojan Maimun.

Ketika Khojan Maimun mencapai usia lima tahun, ayahnya mempercayakan pendidikannya kepada beberapa guru agama terkemuka. Dan ketika Khojan Maimun berusia lima belas tahun, dia menikah dengan Bibi Zainab, seorang putri saudagar yang kaya raya dan memikat.

Setelah pernikahan mereka, Khojan Maimun membeli seekor burung bayan jantan dan seekor burung tiung betina, yang kemudian dia bawa pulang ke rumah mereka. Suatu hari, Khojan Maimun merasa tertarik dengan peluang bisnis perdagangan di laut dan memohon izin kepada istrinya. Sebelum pergi, dia memberi pesan kepada istrinya bahwa jika dia merasa kesepian, dia bisa berbicara dengan kedua burung tersebut.

Setelah ditinggalkan suaminya karena tugas bisnis, seorang putra Raja Ajam melintas dengan berkuda dan terpesona oleh kecantikan Bibi Zainab. Anak raja tersebut berkenalan dengan Bibi Zainab melalui perantara seorang perempuan tua. Pada suatu malam, Bibi Zainab berpamitan kepada burung-burung tersebut untuk bertemu dengan anak raja, tetapi salah satu burung memberi nasihat bahwa tindakannya melanggar aturan Allah SWT. Mendengar itu, Bibi Zainab menjadi marah dan dengan kasar melemparkan burung tersebut hingga mati.

Setelah itu, Bibi Zainab mendekati burung lain yang pura-pura sedang tidur. Burung itu pura-pura terkejut dan mendengar keinginan Bibi Zainab untuk pergi bersama anak raja. Burung tersebut kemudian berpikir sejenak dan menjawab, "Bibi Zainab yang cantik, pergilah segera. Sepertinya anak raja sedang menantimu. Namun, sebelum pergi, aku punya sebuah cerita menarik tentang seorang perempuan yang mendapat hukuman karena mengkhianati suaminya."

Mendengar judul cerita dari burung tersebut, Bibi Zainab akhirnya tertarik untuk mendengarkan. Burung tersebut menceritakan kisah tersebut kepada Bibi Zainab dengan harapan agar ia tidak pergi bersama anak raja.

Setelah mendengar cerita dari burung tersebut, Bibi Zainab akhirnya menyadari kesalahannya yang ingin berselingkuh dengan anak raja, dan memilih untuk menunggu suaminya, Khojan Maimun, pulang dari perjalanan bisnisnya.

5. Contoh Teks Hikayat Melayu - Abu Nawas

Contoh Teks Hikayat Melayu Abu Nawas

Pada suatu pagi yang cerah, Sultan Harun al-Rasyid mengundang Abu Nawas ke Istana. Kali ini, Sultan ingin menguji kecerdikan Abu Nawas. Setibanya di hadapan Sultan, Abu Nawas memberikan salam hormat.

Sultan berkata, "Hai, Abu Nawas, aku ingin memiliki enam lembu berjenggot yang mampu berbicara. Bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu satu minggu? Jika tidak, maka hukuman yang menantimu adalah pemenggalan leher."

"Baiklah, tuanku Syah Alam, hamba akan berusaha memenuhi permintaan yang mulia ini," jawab Abu Nawas.

Semua pengikut istana yang hadir saat itu berpikir, "Pasti Abu Nawas akan kalah kali ini!"

Abu Nawas meminta izin dan kembali pulang ke rumah. Ia duduk dengan diam, merenungkan permintaan Sultan. Sepanjang hari, ia tidak keluar rumah, membuat tetangganya kebingungan. Setelah satu minggu berlalu, saat batas waktu yang ditetapkan Sultan tiba, Abu Nawas keluar dari rumah.

Ia segera mencari kerumunan orang dan bertanya, "Hai, para pemuda, hari ini hari apa?"

Mereka yang dapat menjawab dengan benar akan dibebaskan, sementara mereka yang salah akan ditahan. Ternyata, tidak ada seorang pun yang dapat menjawab dengan benar. Abu Nawas marah dan berkata kepada mereka, "Kalian tidak mampu menjawab yang begitu sederhana. Mari kita hadapkan diri kepada Sultan Harun al-Rasyid untuk mencari kebenaran yang sebenarnya."

Keesokan harinya, balairung istana Baghdad dipenuhi oleh warga yang ingin melihat apakah Abu Nawas berhasil membawa enam lembu berjenggot.

Tiba di hadapan Sultan Harun al-Rasyid, Abu Nawas memberikan salam hormat dan duduk dengan sopan. Sultan berkata, "Hai, Abu Nawas, di mana lembu berjenggot yang bisa bicara itu?"

Tanpa banyak kata, Abu Nawas menunjuk keenam orang yang dia bawa, "Inilah mereka, tuanku Syah Alam."

"Hai, Abu Nawas, apa yang engkau tunjukkan padaku?" tanya Sultan.

"Ya, tuanku Syah Alam, tanyakan pada mereka hari apa sekarang," jawab Abu Nawas.

Ketika Sultan bertanya, ternyata keenam orang tersebut memberikan jawaban yang berbeda-beda. Abu Nawas pun berkata, "Jika mereka adalah manusia, pastilah mereka tahu hari ini adalah hari apa. Apalagi jika tuanku menanyakan hari lainnya, mereka akan semakin bingung. Apakah mereka manusia atau binatang? Inilah lembu berjenggot yang bisa bicara, tuanku."

Sultan terkejut melihat kecerdikan Abu Nawas dalam menghindari hukuman. Maka Sultan memberikan hadiah 5.000 dinar kepada Abu Nawas.

6. Contoh Teks Hikayat Melayu - Sidi Mara

Teks Hikayat Melayu Sidi Mara

Suatu pagi yang cerah menyapa hari itu. Matahari bersinar terang, menerangi langit yang biru tanpa awan. Angin berhembus lembut, menciptakan suasana damai di atas lautan yang luas. Hanya suara ombak yang bergulung-gulung yang memecah keheningan, berlomba-lomba di sepanjang garis pantai. Sinar matahari memantulkan bayangannya di permukaan laut yang berombak, mengikuti gerakan gelombang yang terbentuk.

Burung camar terbang berkelompok, membentuk formasi yang berbeda-beda. Ada kelompok yang berputar-putar di tepi pantai, ada yang menjauhi pantai, dan ada pula yang terlihat terbang di tengah laut.

Di kejauhan, terlihat sebuah kapal layar di atas laut pada pagi itu. Kapal tersebut terlihat sangat kecil, terombang-ambing di antara gelombang laut. Perlahan tapi pasti, kapal layar mendekati pantai, dan tiang kapal mulai terlihat. Sebuah kelompok burung camar terbang berputar-putar di ujung tiang kapal layar.

Kapal layar semakin mendekati pantai, dengan layar yang terkembang ditiup angin. Layar kapal berkibar dan bergerak sejalan dengan goyangan kapal.

Tak lama lagi, kapal itu akan merapat. Penduduk desa yang menantikan sudah berkumpul di tepi pantai, wajah mereka memancarkan kebahagiaan, meski juga terlihat raut wajah yang cemas.

Jangkar kapal dilemparkan, dan kapal mulai melambat. Seorang pemuda gagah berdiri di ujung dek kapal. Dengan semangat, ia mengacungkan tangannya ke udara.

Penduduk desa yang menantikan di tepi pantai bersorak bersama.

"Sidi Mara! Hidup Sidi Mara! Hidup Sidi Mara!"

Ya, pemuda yang berdiri di ujung dek kapal tersebut adalah Sidi Mara, kapten kapal yang baru saja merapat di pantai Katiagan. Kapten kapal bajak laut ini dihormati sebagai pahlawan oleh penduduk karena keberaniannya melawan penjajah Belanda.

Baca Juga: 8 Contoh Teks Hikayat singkat & Terbaik

Itulah beberapa contoh teks hikayat melayu. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Posting Komentar

Related Posts

contoh makalah IT
Baca selengkapnya
Harga Lovebird Biola Terbaru 2023
Baca selengkapnya
5 Contoh Teks Non Fiksi Biografi Singkat
Baca selengkapnya