Translate Page

8 Motivasi Menjadi Guru Penggerak

motivasi menjadi guru penggerak

Motivasi Menjadi Guru Penggerak - Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, tuntutan terhadap peran guru juga semakin meningkat. Tidak hanya dituntut untuk mengajar, guru juga harus mampu membimbing dan mengembangkan potensi siswa sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis. Oleh karena itu, menjadi seorang guru saat ini memerlukan keterampilan dan pengetahuan yang berbeda dengan zaman sebelumnya.


Salah satu cara menjadi guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman adalah menjadi guru penggerak. Diperlukan motivasi tersendiri dari seorang guru untuk bersedia sepenuh hati mengikuti program pendidikan guru penggerak. Nah, apa saja motivasi menjadi guru penggerak?



Motivasi Menjadi Guru Penggerak


Berikut ini 10 motivasi menjadi guru penggerak:


1. Mengembangkan kepemimpinan dalam pembelajaran


Sebagai seorang guru, kita meyakini bahwa peran kita di dalam kelas bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran. Guru lah yang bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi siswa dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mereka butuhkan untuk sukses di dunia yang semakin kompleks ini.


Sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus memiliki keterampilan kepemimpinan yang kuat. Kita bisa memimpin dengan memberikan arahan yang jelas dan memotivasi siswa untuk mencapai cita-citanya. Guru juga harus mampu mendengarkan dan memberikan umpan balik konstruktif untuk membantu siswa memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang mereka miliki.


Selain itu, kita juga memahami bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus dapat mengidentifikasi dan memahami kebutuhan setiap siswa, serta mengembangkan strategi yang sesuai untuk membantu mereka belajar dengan efektif.


Menjadi pemimpin pembelajaran bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, ketika kita melihat hasilnya, ketika siswa mulai memahami materi sulit dan mampu mengembangkan potensi dalam dirinya, bagi guru itu adalah kebahagiaan yang tak terkira.


2. Menjadi teladan bagi guru lain dan lingkungan sekitar


Sebagai seorang guru, kita menyadari siswa dan orang sekitar pasti mengamati perilaku yang kita lakukan, bahkan menirunya, baik yang baik maupun buruk. Oleh karena itu, menjadi teladan yang baik sangat penting dalam membentuk karakter siswa dan mempersiapkan mereka untuk sukses di masa depan.


Menjadi teladan yang baik tidaklah mudah. Harus ada pertimbangan dalam setiap tindakan dan perkataan. Dibutuhkan sikap positif, integritas, dan keterbukaan dalam semua interaksi yang kita lakukan dengan lingkungan sekitar.


Dalam upaya menjadi teladan yang baik, teringat kata-kata Nelson Mandela, "Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia." Guru harus mampu memberikan teladan yang baik dalam hal nilai-nilai, karakter, dan keterampilan akan menjadi penyulut bagi orang di sekitar untuk turut melakukan hal yang sama.


3. Mengembangkan diri dan memperoleh pengalaman baru sebagai guru penggerak


Mengajar di era digital saat ini, kemauan untuk terus mengembangkan diri menjadi suatu keharusan. Segala bidang terus berkembang dan berkembang dengan cepat, maka guru harus terus memperbarui keterampilan dan pengetahuan agar tetap relevan dengan perubahan.

Ada beberapa alasan mengapa guru harus terus mengembangkan diri. Pertama, teknologi dan inovasi dalam pendidikan terus berkembang. Guru harus terus memperbarui keterampilan mereka dan memahami cara terbaik untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Hal ini akan membantu guru lebih efektif dalam memberikan pembelajaran yang bervariasi, menyenangkan dan menarik perhatian siswa.

Kedua, perkembangan kurikulum dan strategi pengajaran terbaru. Guru harus mampu memahami cara yang efektif untuk mengajar berbagai jenis siswa yang memiliki kebutuhan belajar yang beragam. Guru juga harus mampu membuat perubahan di kelas untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.


Terakhir, untuk meningkatkan karir. Guru yang terus belajar dan mengembangkan diri memiliki lebih banyak peluang untuk kemajuan karir, dan memiliki akses lebih luas melalui koneksi atau pertemanan dengan rekan yang punya kesamaan visi.


Nah, melalui guru penggerak, kita akan berpeluang memperoleh pengalaman baru untuk mengembangkan diri kita. Karena berdasarkan informasi yang ada, materi-materi di program ini belum pernah ada di pelatihan-pelatihan lainnya.


4. Menggerakkan komunitas belajar


Komunitas belajar seperti KKG atau MGMP merupakan tempat yang tepat dalam menjunjang kemajuan profesi guru. Namun sayangnya, di banyak daerah komunitas belajarnya stagnan dan kurang berkontribusi terhadap pengembangan keprofesionalan guru.


Dalam forum KKG atau MGMP, kita bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama rekan guru lain. Ini dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi dalam mengajar dan saling bertukar ide dan strategi pembelajaran yang efektif.


Sebagai guru visioner, kita tidak bisa hanya berpikir untuk sekedar bergabung menjadi anggota komunitas, tetapi bagaimana menjadi pemimpin sehingga bisa menggerakkan komunitas tersebut agar lebih berdampak lebih luas lagi bagi guru-guru di lingkungan/daerah kita.


5. Menjadi agen transformasi pendidikan


Tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini semakin banyak, karena tidak hanya melibatkan masalah pembelajaran semata, tetapi juga terkait dengan masalah sosial dan budaya. Sebagai agen perubahan, guru memegang peranan penting dalam menghadapi tantangan-tantangan ini dan menjadi penggerak utama dalam menciptakan transformasi perubahan pendidikan.


Konsep merdeka belajar yang sedang digaungkan juga tidak terlepas dari kondisi saat ini, dimana kita para guru adalah sebagai ujung tombak dari perubahan pendidikan di masa mendatang.


Menjadi agen perubahan yang efektif, syaratnya adalah mau terus belajar dan mengembangkan diri. Guru harus selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan dan terus mencari hal baru serta berbagi praktik baik dengan rekan guru lain. Dalam rangka mencapai tujuan ini, guru perlu memanfaatkan berbagai kesempatan, seperti program pelatihan atau workshop yang salah satunya adalah pendidikan guru penggerak.


6. Mewujudkan siswa berprofil pelajar Pancasila


Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk mengembangkan siswa yang memiliki karakter yang kuat dan berintegritas sesuai nilai-nilai dalam Pancasila, serta mampu berkontribusi positif pada masyarakat. Enam elemen dalam Profil Pelajar Pancasila, yaitu: berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.


Untuk mewujudkan murid yang berprofil pelajar Pancasila, guru harus melatih diri untuk memperhatikan semua aspek pada diri siswa. Bukan hanya aspek akademik saja, tetapi juga aspek emosional, spiritual, keterampilan sosial, kesadaran lingkungan sekaligus menjadi teladan dengan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Selain itu, guru juga perlu memperhatikan konteks sosial dan budaya di mana murid berada, sehingga dapat mengembangkan pendekatan yang sesuai dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, guru juga dapat bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat sekitar untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter dan nilai-nilai Pancasila pada murid.


7. Memperluas relasi/jaringan


Menambah relasi/jaringan akan membantu guru dalam memperoleh dukungan. Dengan dukungan yang kuat dari teman sejawat, guru dapat merasa lebih termotivasi dan termotivasi untuk terus belajar dan berkembang.


Relasi/jaringan yang luas juga dapat membantu guru untuk meningkatkan karir di masa depan. Dengan membangun relasi/jaringan yang kuat dengan orang-orang yang memiliki pengaruh di dunia pendidikan, kesempatan untuk mengembangkan karir akan terbuka lebar, seperti menjadi guru berprestasi atau narasumber suatu pelatihan. Hal ini tidak hanya akan membantu guru secara finansial, tetapi juga dapat membantu meningkatkan pengaruh dan dampak terhadap dunia pendidikan.


8. Menjadi pimpinan di lembaga (kepala sekolah)


Nah, yang terakhir ini adalah "bonus" bagi seorang guru penggerak. Cita-cita menjadi kepala sekolah berpeluang terwujud manakala menjadi guru penggerak.


Dengan menjadi kepala sekolah, akan bisa berkontribusi lebih banyak dalam membuat perubahan di sekolah seperti yang diharapkan. Selain itu, jabatan ini juga menawarkan tantangan dan kesempatan untuk terus belajar dan tumbuh sebagai pemimpin yang lebih baik.


Itulah tadi 8 hal yang bisa menjadi motivasi menjadi guru penggerak. Semoga bermanfaat.

ALWI
Only ordinary people want better.
Posting Komentar