Translate Page

Contoh Resensi Novel Mariposa Karya Luluk HF 

Contoh Resensi Novel Mariposa - Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan contoh resensi novel Mariposa karya Luluk HF. Sebelum itu, saya akan menjelaskan sedikit mengenai resensi.

Resensi merupakan sebuah tulisan yang berisi mengenai ulasan suatu karya. Resensi berasal dari bahasa latin, yakni recensere yang artinya menimbang, melihat kembali atau menilai.

Biasanya resensi mengandung kekurangan, kelebihan dan informasi dari buku, film, atau novel yang hendak disampaikan kepada pembaca. Penulis resensi juga harus berdasarkan pengamatan yang kritis, dan menimbang antara kelebihan dan kekurangan. Dalam menulis resensi, kita juga harus memperhatikan siapa penulisnya, sinopsisnya, dan informasi penting lainnya.

Tujuan Resensi Novel

1. Mengetahui kelebihan dan kelemahan karya yang diresensi.

2. Menguji kualitas karya dan membandingkannya terhadap karya lainnnya.

3. Mengajak pembaca untuk mendiskusikan karya yang diresensi.

4. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah hasil karya secara ringkas.

5. Mengenal latar belakang dan alasan sebuah karya dibuat.

6. Memberi masukan kepada pembuat karya berupa kritik dan saran.

7. Memberikan pemahaman serta informasi secara komprehensif kepada pembaca tentang karya yang diresensi.

Manfaat Resensi Novel

  • Bahan pertimbangan

Resensi novel dapat memberikan gambaran kepada pembaca mengenai sebuah novel.

  • Nilai ekonomis

Kamu bisa mendapatkan imbalan atau novel-novel yang diresensikan secara gratis dari penerbit apabila resensimu muncul di media.

  • Sarana promosi novel

Resensi novel biasanya dari novel yang belum pernah diresensikan, sehingga dapat dijadikan promosi dari novel baru tersebut.

  • Pengembangan kreativitas

Dengan sering kamu menulis resensi novel, maka semakin terasah kreativitas kamu.

Contoh Resensi Novel Mariposa

resensi novel mariposa

Identitas Novel

  • Judul novel : Mariposa
  • Penulis : Luluk HF
  • Penerbit : Coconut Book
  • Tahun terbit : 2018
  • ISBN : 978-602-5508-61-5
  • Jumlah halaman : 482 halaman

Sinopsis Novel

Mariposa adalah novel dengan panjang 482 halaman dan ditulis oleh Luluk HF. Cerita yang disajikan cukup simpel dan sederhana, karena itulah banyak disukai oleh kalangan anak muda. Novel ini mengisahkan cinta antara Acha dan Iqbal dengan kepribadian yang bertolak belakang.

Acha adalah gadis manis yang memiliki sikap manja, sedangkan Iqbal adalah karakter dingin dan keras kepala. Di dalam novel akan mengisahkan Acha yang mengejar cinta Iqbal, hingga akhirnya keduanya menjadi kekasih.

Daya pikat yang ditawarkan novel ini sesuai dengan kehidupan para remaja perempuan, sehingga sangat disukai oleh pecinta novel romance komedi sekolah seperti Mariposa. Meskipun Iqbal memiliki sifat dingin, namun Acha tidak menyerah untuk membuat Iqbal jatuh cinta. Berbagai penolakan sering dilakukan oleh Iqbal tak membuat Acha menjadi menyerah, ia terus berusaha meruntuhkan tembok salju yang dimiliki oleh Iqbal.

Acha jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Iqbal ketika mereka berdua ikut camp olimpiade. Acha bertemu Iqbal tanpa sengaja di sebuah kafe, disana Acha memberanikan diri untuk meminta nomor Iqbal. Namun, Iqbal menolak permintaan Acha dan pergi. Atas penolakan tersebut, Acha tidak pantang menyerah. Acha bahkan rela pindah sekolah ke sekolah Iqbal dan merencanakan langkah selanjutnya.

Banyak strategi yang dibuat oleh Acha agar Iqbal jatuh cinta kepadanya, mulai dari menunggunya di depan kelas hingga berulang kali menyatakan perasaannya. Namun Iqbal tetap cuek dan mengatakan bahwa Acha tidak waras.

Cerita semakin menarik ketika Acha dan Iqbal satu tim di olimpiade sekolah. Disana mereka jadi semakin sering bertemu, namun Iqbal selalu mengatakan tidak menyukai Acha. Disuatu hari, Acha menemukan Iqbal berduaan dengan Tesya, adik kelas Iqbal yang juga satu tim dengan mereka di tim olimpiade. 

Tesya menemui Iqbal pagi-pagi untuk menanyakan soal yang tidak ia kuasai kepada Iqbal, yang merupakan juara nasional olimpiade. Acha sedikit tidak suka dengan kedekatan mereka dan mengatakan bahwa Tesya jangan dekat-dekat dengan Iqbal. Bukannya malah menghibur Acha, justru Iqbal malah tak peduli sehingga membuat Acha sedih.

Teman dekat Acha bernama Amanda kemudian mengajak Acha ke kantin agar ia tidak sedih. Tapi justru ia malah semakin sedih, karena melihat Tesya duduk dengan Iqbal, bersama dengan tim olimpiade yang lain.

Acha yang marah kemudian mendatangi Tesya dan Iqbal, mengatakan Tesya tidak seharusnya duduk disana. Iqbal yang mulai geram mengatakan bahwa Acha adalah perempuan murahan dan tidak membiarkan Tesya untuk pindah tempat. Acha yang kecewa dan sedih kemudian berlari ke taman sambil menangis. Kemudian Acha menyerah kepada Iqbal dan memilih menerima Juna, ketua Osis untuk menjadi pacarnya.

Namun ternyata Iqbal merasa sedih, ia sebenarnya diam-diam mencintai Acha, karena alasan itulah ia mencegah Acha menerima cinta Juna. Setelah pengakuan tersebut, Iqbal dan Acha akhirnya menjadi sepasang kekasih. Namun kebahagian tersebut tidak berlangsung lama, sebab Iqbal dan Acha harus berpisah karena Iqbal diterima ke luar negeri. Tantangan hidup inilah yang membuat cinta mereka di uji. Pada akhirnya Iqbal memilih Acha dan memutuskan melanjutkan pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Contoh Resensi Novel Perahu Kertas Karya Dee Lestari

Keunggulan Novel Perahu Kertas

Penggunaan kata yang ada di novel perahu kertas cenderung ringan sehingga sesuai dengan target pasar dari novel tersebut, yakni kalangan remaja. Cerita yang disajikan dalam novel sangat mencerminkan kisah nyata di kehidupan sehari-hari. 

Watak tokoh yang ada dalam novel perahu kertas umumnya sering kita jumpai di kehidupan kita, sehingga menambahkan kesan realistis, dan seakan-akan pembaca benar-benar berada dalam cerita tersebut.

Dalam novel kita diajarkan bahwa perempuan bisa mulai inisiasi terlebih dahulu dalam menyatakan cinta, tanpa harus menunggu dari pihak laki-laki. Hal tersebutlah yang membuat novel ini berbeda dibandingkan novel lainnya.

Kekurangan Novel Perahu Kertas

Cerita yang sijadikan cukup ringan, maka jalan ceritanya mudah ditebak. Untuk tampilan cover sedikit kurang menarik, sehingga mereka yang tak tahu kisahnya tidak akan membeli novel ini. 

Narasi yang ada di dalam novel perahu kertas cukup minim, sehingga tiap karakter tidak bisa mendalami perasaannya. Bahkan ada beberapa tokoh di novel yang terkesan buram dan tidak terlalu penting dalam kisah cinta Acha dan Iqbal.

Baca Juga: 12 Contoh Resensi Novel Terlengkap & Terbaik

Itulah contoh resensi novel Mariposa karya Luluk HF. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

ALWI
Only ordinary people want better.
Posting Komentar