Translate Page

Contoh Resensi Novel Perahu Kertas Karya Dee Lestari

Contoh Resensi Novel Perahu Kertas - Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan contoh resensi novel perahu kertas karya Dee Lestari. Sebelum itu, saya akan menjelaskan sedikit mengenai resensi.

Resensi merupakan sebuah tulisan yang berisi mengenai ulasan suatu karya. Resensi berasal dari bahasa latin, yakni recensere yang artinya menimbang, melihat kembali atau menilai.

Biasanya resensi mengandung kekurangan, kelebihan dan informasi dari buku, film, atau novel yang hendak disampaikan kepada pembaca. Penulis resensi juga harus berdasarkan pengamatan yang kritis, dan menimbang antara kelebihan dan kekurangan. Dalam menulis resensi, kita juga harus memperhatikan siapa penulisnya, sinopsisnya, dan informasi penting lainnya.

Tujuan Resensi Novel

1. Mengetahui kelebihan dan kelemahan karya yang diresensi.

2. Menguji kualitas karya dan membandingkannya terhadap karya lainnnya.

3. Mengajak pembaca untuk mendiskusikan karya yang diresensi.

4. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah hasil karya secara ringkas.

5. Mengenal latar belakang dan alasan sebuah karya dibuat.

6. Memberi masukan kepada pembuat karya berupa kritik dan saran.

7. Memberikan pemahaman serta informasi secara komprehensif kepada pembaca tentang karya yang diresensi.

Manfaat Resensi Novel

  • Bahan pertimbangan

Resensi novel dapat memberikan gambaran kepada pembaca mengenai sebuah novel.

  • Nilai ekonomis

Kamu bisa mendapatkan imbalan atau novel-novel yang diresensikan secara gratis dari penerbit apabila resensimu muncul di media.

  • Sarana promosi novel

Resensi novel biasanya dari novel yang belum pernah diresensikan, sehingga dapat dijadikan promosi dari novel baru tersebut.

  • Pengembangan kreativitas

Dengan sering kamu menulis resensi novel, maka semakin terasah kreativitas kamu.

Contoh Resensi Novel Perahu Kertas

resensi novel perahu kertas

Identitas Novel

  • Judul novel : Perahu Kertas
  • Penulis : Dewi Lestari “Dee”
  • Penerbit : Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
  • Editor : Hermawan Aksan
  • Tahun terbit : 2010
  • ISBN : 978-979-1227-78-0
  • Jumlah halaman : 444 halaman

Sinopsis Novel

Kisah dimulai dari seorang anak remaja bernama Keenan yang baru tamat SMA. Ia telah menghabiskan banyak waktu di Amsterdam, sekitar enam tahun bersama neneknya. Selama enam tahun di Belanda, akhirnya Keenan pulang ke Indonesia karena permintaan ayahnya.

Ia kemudian berkuliah di Univeritas di kota bandung fakultas Ekonomi. Jurusan yang ia pilih bukan keinginannya sendiri, melainkan kemauan ayahnya. Keenan sendiri sebenarnya lebih menginginkan jurusan seni rupa dan fokus pada melukis, namun keinginan tersebut ditentang keras oleh ayahnya.

Sedangkan Kugy, seorang gadis lucu, dan sedikit urakan juga berkuliah di tempat yang sama dengan Keenan dan merupakan tokoh dalam novel ini. Hanya saja keduanya berkuliah di fakultas yang berbeda. Keenan dan Kugy memiliki banyak persamaan, Kugy bercita-cita menjadi pendongeng yang hebat. Ia memiliki banyak jenis buku bacaan dongeng, meskipun ia mengetahui bahwa pendongeng bukanlah sebuah profesi yang realistis.

Pertemuan antara Keenan dan Kugy diperantarai oleh dua sahabat mereka, yakni Noni dan Eko. Eko merupakan keluarga jauh dari Keenan. Sedangkan Noni merupakan sahabat baik dari Kugy. Mereka berempat lambat laun menjadi sahabat yang mengerti satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, Kugy dan Keenan semakin mengagumi satu sama lain dan merubah persahabatan menjadi cinta.

Baik Keenan atau Kugy, keduanya sama-sama tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan masing-masing. Salah satu penyebabnya adalah karena Kugy telah memiliki seorang pacar yang sering ia panggil dengan sebutan "Ojos". Sebutan itu bukan nama sebenarnya dari kekasihnya tersebut. Selain itu, Keenan juga sedang dekat dengan seorang gadis bernama Wanda yang merupakan sepupu dari Noni dan seorang kolektor barang seni.

Kedekatan Wanda dan Keenan tidak berlangsung lama. Kandasnya hubungan mereka dibarengi dengan kekecewaan tentang karirnya di dunia seni lukis. Dengan berat hati, Keenan memutuskan untuk meninggalkan kota Bandung dan pergi ke Ubud. Tujuannya adalah untuk menemui pak Wayan, seorang seniman terkemuka di Bali yang tidak lain merupakan sahabat dari ibunda Keenan.

Keseharian Keenan, pak Wayan, dan seniman Bali lainnya sedikit mengobati hatinya. Salah satu orang yang paling berpengaruh dalam penyembuhan hati Keenan adalah Ludhe Laksmi. Ludhe merupakan seorang gadis Bali yang baik hati, cantik, dan lemah lembut yang tak lain adalah keponakan dari Pak Wayan.

Seiring dengan membaiknya perasaan hati, ia memutuskan untuk melukis kembali. Keenan membuat sebuah lukisan yang terinspirasi dari kisah pasukan alit dan jenderal pilik yang tak lain adalah judul dongeng hasil karangan Kugy. Sejak saat ini Keenan berhasil menciptakan lukisan-lukisan yang bernilai seni tinggi.

Di sisi lain, Kugy sedikit merasa kesepian dan kehilangan karena sahabat-sahabatnya telah pergi meninggalkan kota Bandung. Kugy mulai menata kembali kehidupannya dengan segera menyelesaikan kuliahnya. Setelah berhasil lulus kuliah, ia bekerja sebagai copywriter di sebuah perusahaan Jakarta. 

Di tempat tersebut, Kugy bertemu dengan Remigius Aditya, seorang pendiri sekaligus pemilik perusahaan di tempat Kugy bekerja. Sejak Kugy mulai bekerja di perusahaan tersebut, ia mampu membuktikan dirinya sebagai talenta yang berkualitas. Karenanya ia dengan cepat naik karirnya dan menjadi orang yang diperhitungkan di dalam perusahaan tersebut.

Di sisi lain, Remi memperhatikan Kugy dan diam-diam mengaguminya dari perspektif lain. Remi tidak hanya menyukai kecerdasan dari Kugy, tapi terdapat sisi unik dari Kugy yang membuat Remi menjadi menarik. Pada akhirnya Remi mengungkapkan perasaannya dengan jujur kepada Kugy bahwa ia mencintainya. Kugy pun menanggapi perasaan yang disampaikan Remi dengan sepenuh hati.

Melihat kesehatan Ayah Keenan yang semakin memburuk, Keenan akhirnya memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Ia berpamitan dengan pak Wayan dan Ludhe di Bali. Kekosongan posisi pimpinan perusahaan milik ayahnya juga turut memaksa Keenan untuk mengambil alih perusahaan tersebut. Sepulangnya Keenan ke Jakarta juga turut menjadi sebab pertemuannya dengan Kugy. Ia juga bertemu dengan Noni dan Eko sahabat lamanya. Namun pertemuan empat sahabat tersebut terjadi dalam kondisi yang berbeda. Akhirnya kisah persahabatan dan percintaan harus pasrah kemana cinta akan mengalir dan berlabuh.

Keunggulan Novel Perahu Kertas

Keunggulan dari novel perahu kertas adalah penggunaan bahasa yang ringan dan mudah untuk dicerna bagi siapa saja yang membacanya. Selain itu, dalam novel ini terdapat unsur-unsur edukasi yang termuat di dalam kisahnya. Beberapa diantaranya adalah nilai-nilai tidak pantang menyerah, persahabatan, percaya diri, semangat dalam meraih mimpi dan cita-cita.

Novel ini mampu mempengaruhi pembaca untuk memainkan imajinasinya sehingga peristiwa yang terjadi di dalam cerita bisa dibayangkan dengan jelas. Hal tersebut merupakan pengaruh dari tokoh, alur, dan latar yang digambarkan dengan kreatif dan jelas. Sehingga pembaca semakin tertarik untuk meneruskan bacaannya hingga selesai.

Kekurangan Novel Perahu Kertas

Dalam novel ini memiliki setting tempat yang cukup banyak sehingga terkadang pembaca menjadi kebingungan dan membutuhkan konsentrasi tinggi untuk memahaminya, kecuali diterangkan secara jelas pada alur ceritanya. 

Tentang Penulis

Dewi Lestari Simangunsong merupakan seorang penulis Indonesia yang lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Wanita yang akrab disapa dengan panggilan "Dee" pertama kali dikenal secara luas ketika dirinya tergabung dalam anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Namanya semakin dikenal luas semenjak novel berjudul Supernova yang terbit pada tahun 2001. Saat itu Dee mulai dikenal sebagai seorang penulis. Salah satu karyanya yang sangat populer adalah novel berjudul Perahu Kertas.

Baca Juga: 12 Contoh Resensi Novel Terlengkap & Terbaik

Itulah contoh resensi novel perahu kertas karya Dee Lestari. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

ALWI
Only ordinary people want better.
Posting Komentar